REFLEKSI, SETAHUN NAYA MENJADI AMANAH

April 30, 2009

bertigaTidak terselip sedikit pun senyum dalam ronah wajah ayah,  ketika menit-menit pertama Bunda memasuki kamar operasi, yang ada hanya ketegangan, diam, bisu, bumi terasa berhenti berputar.  Nyanyian zikir,  tahmid dan istighfar membahana dalam jiwa, sesekali butiran air hangat turun menelusuri deretan pori-pori kulit wajah. dikamar operasi tegelatak bunda, tak berdaya. Keputusan operasi sesar  diambil karena bunda mengalami pecah pada ketuban dan airnya berkurang terus setelah 1X24 jam menunggu kontraksi dan bukaan maksimal yang enggan datang.

Setelah menunggu beberapa jam di ruang tunggu operasi, keluarlah suster menggendong bayi mungil  menuju kamar bayi yang telah disediakan. Inign rasanya bertakbir, berteriak Allahuakbar  tuk mengeluarkan penat ,  gundah dan gelisah dari kebekuan nuansa beberapa jam yang lalu, hanya cukup dalam hati saja,  ku besarakan Nama-Mu.

“ kemari Pak, ikut dengan saya” suara itu memecah keheningan, kuraih semua kesadaranku melompat  bersama kegembiraan, mengikuti suster ke kamar Bayi. Sesampai dikamar bayi suster langsung menyuruhku untuk azan. Gemetar hatiku mendekatkan bibir di kedua telingamu, sejenak aku berfikir , bahwa  suara pertama yang engkau dengar sekaligus menjadi pesan, nasehat , dan amanah buatmu ketika engkau hadir dibumi ini. Oleh karena itu azan dan Iqomah yang akan engkau dengar harus dari hati , jiwa, dan ruh yang mengeluarkannya, bukan polesan lisan Ayah yang bisa saja salah ucap.

Kudekatkan diri disisi kananmu, mulailah azan ku dengarkan di telinga kanan. Allahu Akbar, Allah maha besar: tidak ada mahluk yang memiliki kebesaran seperti Allah, besar ciptaannya, besar kasih sayangnya, besar rezekinya pada semua mahluk, dan besar kecintaannya pada orang beriman, beramal sholeh dan berjihad dijalanNya. Jika engkau mempunyai keinginan, Keinginan terbesarmu hanya bertemu Allah, jika engkau punya cinta, Cinta terbesarmu adalah mencintai Allah, jika memiliki cita-cita, cita –cita terbesarmu adalah melihat Allah.

Asyhadualla ilaha Illallah, aku bersaksi tidak ada tuhan selain Allah. hanya Allah Tuhanmu, bukan Ayah, Bunda, Eyangkung-ti dan bukan pula semua hal yang ada didunia ini, termsuk harta, pangkat dan jabatan, Maka engkau tak perlu takut pada kami, dunia dan seisinya, takut, taat, dan pasrahlah pada Allah yang telah menciptakanmu, bertakwalah pada-Nya agar engkau menjadi kuat, kokoh, dalam menghadapi hidup.

Asyhadu Anna Muhammadarasulullah, engkau bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, jadikan Ia sebagai uswah, contoh dalam kehidupanmu, bersholawatlah padanya semoga hidupmu menjadi bahagia. Tetaplah mengikuti sunnahnya.

Hayya ‘alasholah, laksanakanlah sholat  karena sholat adalah pembeda antara orang yang mengenal Allah dan tidak. Jadikan sholat sebagai hamparan sajadah, tempat tuk berdialog dengan Allah, sampaikan semua apa yang engkau inginkan. Ukirlah lukisan sholat dalam hidupmu agar engkau menjadi hiasan permata yang bening, mampu membawa ketenangan ketika dipandang, bisa membwa Ilham ketika engkau hadir.

Hayya ‘alalfalah, tidak ada kemengan sejati di dunia ini, kecuali engkau memenangkan dirimu dari seluruh kepntingan, keinginan, dan kecintaan selain Allah. berproseslah unutuk menjadi seorang pemenang sejati, kemengan bukan tidak diraih secara instan, tapi butuh perjuangan, maka jadilah pejuang yang tangguh. Pejuang yang tangguh adalah pejuang yang tahu arah hidupnya, cita-cita, cinta dan kerinduannya, semua bermuara pada sang pencipta Allah Arrahman.

Setelah selesai Azan ditelinga kanan, kalimat iqamah saya ucapkan di telinga kirinya. Bangkit Nak… hadapi kehidupanmu, bangun dari tidur panjangmu selama Sembilan bulan dalam rahim. Kini saatnya engkau tunaikan janji setiamu kepada penciptamu Allah, alastu birabbikum qalu bala sahidna,mulai sekarang kalimat ini menjadi ikatan Cintamu dengan Allah, jangan pernah kau khianati itu. Alahamdulillah setelah azan dan iqamah yang Ayah ucapakan, disusul oleh azan magrib dari masjid sekitar Rumah Sakit. Serasa semua orang menyambut kedatanganmu di Bumi.
Tanggal 28 April 2008, jam 5:25 engkau lahir dan diberi nama oleh Bunda INAYAH JINAN KHALILAH. Bertempat di RS.Wiyung Sejahtera. Dokter yang menangani dr. Dian.

DARI AYAH

Engkau menjadi amanah kedua dalam keluarga ini setelah Bunda. Hadirmu menjadi berkah bagi Ayah. dari tangismu Ayah bisa mengerti cinta, dari proses pertumbuhan dan perkembanganmu Ayah jadi mengerti  akan makna hidup yang dalam. Sekrang engkau mengnjak satu tahun. Dari sisi perkembangan engkau sangat dibanggakan. Apa yang Ayah maksud ,Naya sudah paham.
Beberapa minggu lalu, ayah dengar cerita dari Bunda. Di sekolah PAUD (pendidikan Usia Dini), tempat Naya dititpkan, Jika Ayah dan Bunda bekerja. Ceritanya begini; Ketika tidur siang berlangsung semua anak yang dititipkan pada tidur semua kecuali Naya, nggak tahu kenapa kok Naya susah untuk tidur hari itu. Tapi apa yang Naya lakukan menjadi satu keajaban buat Ustadzah-ustadzah disitu. Perlahan Naya merangkak menuju anak-anak yang sedang tidur. Satu persatu mereka didatangi dan di elus pipinya oleh Naya. Setelah itu naya kembali dan tidur. “Subhanallah” kata pengasuhnya.
Engkau Penuh dengan Kasih sayang , rahman rahimNya engkau dapat dan menyemainya menjadi kelembutan hati. Meskipun Naya sering dipukul oleh sesama temannya, tapi Naya tidak pernah membalasnya. Jika permainan nya diambil Naya tidak pernah menangis. kata Bunda Asuhnya Naya menjadi Anak yang dewasa sendiri disitu. Jika anak yang lain ketika ditinggal Ibunya pasti nangis, berbeda dengan Naya yang seolah tahu Bundanya yang berangkat kerja.
Ayah bangga padamu Nak, teruslah miliki sikap postif seperti itu sampai engkau dewasa dan menjalani hidup sebagai seorang Ibu. Ayah minta maaf jika selama ini banyak salah, teledor dan kurang memperhatikanmu. Dalam usiamu yang setahun ini,  Ayah berharap agar Allah tetap menjadi pembimbing dalam perkembangan Naya kedepan. Ayah hanya bisa berdoa Agar Naya diberikan yang terbaik.

UNTUK BUNDA

Orang yang semestinya engkau paling Cintai adalah Bunda, Bundalah yang telah mengandung, melahirkan, dan merawatmu sampai sekrang ini. Berkat Bunda engkau menjadi anak yang sholeha, cantik, pintar, cerdas dan murah tersenyum. Peluk Bunda erat-erat dan katakana cinta padanya dengan sungguh-sungguh, ucapkan ribuan terimaksih padanya dalam hari-harimu.
Bunda menjadi orang yang rela mati untuk melahirkan Naya, berkokrbanlah  untuknya, dengan perasaan, keinginan, ego, harta benda, cinta dan nyawa. Jangan pernah engkau menyakiti hatinya meskipun sedikit, berkata akh saja engkau tak pantas mengucapkannya pada Bunda. Hormatilah Bunda dalam kondisi apapun engkau dapati Ia.
Rawatlah Bunda jika Ia telah menginjak usia yang membutuhkan perawatan, lakukan seperti apa yang Bunda lakukan ketika merawat mu. Doakanlah Bunda semoga semua pengorbanan, kasih sayang, Cinta, waktu, harta, keinginan, obsesi, dll. Menjadi kunci pintu surga,  karena telah diberikan semua padamu. Pada kelahiran, perawatan, pertumbuhan, dan perkembanganmu.

Do’a Untuk Anakku

April 28, 2009

purple_flower_cartoon1Alhamdulillah, sudah setahun mbak Naya melihat keindahan dunia.

Ya Allah… jadikanlah putriku ini sebagai manusia bermanfaat yang senantiasa membela agamanya

Percuma dia Pandai, jika kepandaiannya digunakan untuk berbuat kejahatan

Percuma dia Cerdas, jika kecerdasannya digunakan untuk membantu musuh-musuh Mu

Percuma dia Sukses, jika kesuksesannya menjadikannya lupa akan agamanya

Percuma dia Kaya, jika kekayaannya menjadikannya sombong

Karena … di atas segalanya…iman dan kecintaannya kepada Mu, Ya Allah…

Merupakan Hal Terindah dan Terbaik untuk Anakku…

Taman Surga Buat Bunda

February 17, 2009

taman-bunga-kebun-bibitBertebaran banyak bibit tanaman disini, ratusan bahkan ribuan jenis tanaman ada juga disini. tanaman yang menjadi koleksi pemerintah kota Surabaya tumbuh dan terawat dengan sehat di Kebubun Bibit Wonorejo.  pagi ini Ayah mengantar Bunda meliput acara kelas satu SD Luqman Al Hakim yang berlokasi di Kebubun Bibit.

ketika Ayah dan Bunda tiba disana, sudah datang seorang Ibu dan Anaknya. sang Ibu duduk dibawah rindang pepepohonan, setia menemani anaknya yang bermain di kerangka bola yang ada disebelah tempat duduknya. ” kok belum datang yaaa rombongan Busnya” tanya Ibu. Jawab Bunda “ pakai Bus Kota jadi lambat, coba pake mobil pribadi mungkin bisa cepat.

tidak lama kemudian rombongan yang ditunggu akhirnya datang . dua Bus Kota dan beberapa mobil pribadi turut serta dalam rombongan. anak-anak senang gembira turun berhamburan dari bus menuju lokasi tempat berkumpul. setelah berkumpul kemudian diberi pengarahan oleh Ketua pengelola Taman Bibit.

karena peserta  mereka masih duduk di bangku SD kelas satu banyak Ibu disini yang mendampingi anak-anak mereka. Ibu memang memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam mendidik anak.

setelah beberapa jam disana kami pamit. kebetulan juga sih kamera yang kami bawa batereinya habis, jadi sekalian aja pulang. sebelum sampai disekolah kami mampir membeli es campur di warung Cak Le. escampurnya banyak dan murah.

Bunda balik kesekolah dan Ayah balik ke kantor. pada saat Ayah berangkat ke kantor sepanjang jalan banyak berserakan sisi lumpur, bekas ban mobil besar yang sering melintasi daerah sini menuju proyek dalam perumahan Pakuwon City.

nah…yang membuat Ayah miris adalah yang membersihkan itu adalah para Ibu. Yaaa Ibu-Ibu yang bekerja sebagai kuli pemberish jalanan perumahan orang-orang cina itu. Ayah melihat mereka dalam balutan baju khususnya itu, begitu menderita. pakain mereka harus tertutup rapi agar tak tembus oleh panasnya sinar matahari.

umur mereka tidak lagi muda, Ayah perkirakan sudah empat puluh tahun keatas. Lantas mana Anak-Anak mereka?. Ibu siapa mereka? kemana Anak-anak mereka yang telah dewasa? apakah mereka tegah membiarkan Ibunya seperi itu?

Sungguh Nak ayah tidak sanggup melihat semua ini, karena itu janjilah pada Ayah jangan sedikitpun engkau membiarkan Ibu, jika suatu saat nanti Naya sudah menjadi gadis yang Mandiri.

kesetiaan dan pengorbanan seorang Ibu tidak bisa dibalas oleh apapun. doakana lah mereka para Ibu agar amal sholeh  mereka diterima oleh Allah SWT. mintalah pada Allah taman-taman surga yang indah untuk Ibu, agar ibu bisa bermain dengan puas, karena didunia ini semua waktunya dihabiskan untuk bermain dengan putra-putri mereka.

p12601831

Engkau Sakit Bunda juga

February 14, 2009

Engkau Sakit Bunda juga

masih pukul sebelas siang, hiruk pikuk suasana kerja dikantor masih sangat terasa. apa lagi hari ini tingkat kesibukan semakin tinggi, karena deadline. tiba-tiba HP CDMA ku berbunyi. langsung aja kusambut dengan salam. ternyata yang berbicara seorang wanita. ” ini Bu Dian?”  jawabku bukan ini dengan suaminya. ” bisa minta tolong! beritahu Bu Dian segera menjemput Naya di rumah. sekarang Naya panas dan tidak mau makan”. baik Bu terimakasih ungkapku.

sebagai seorang Ayah jelas sangat kaget. langsung aja aku SMS istri tercinta memintanya untuk  menjemput Naya, putri kami yang pertama. beberapa menit berlalu sms masuk dalam Inboxku, dari Bunda memintaku untuk mengantar Ia dan Naya ke Dokter.

aku langsung bergegas  menuju ke rumah. sesampai di rumah kutemukan Bunda dan Naya berbaring. Naya terlihat lemas, wajahnya terlihat tak bergairah, air mukanya murung, bibir tipisnya tak lagi menebar senyum, pesona fitrahnya hilang, kecantikan alaminya tenggelam didasar ketidakberdayaan fisiknya.

“Ayo Nak tetap semangat, engkau akan segera sembuh dan pasti ada kemampuan baru yang akan engkau dapat” dalam hatiku berucap. wajah bunda ikut sedih juga, raut wajahnya yang lembut dan cantik tiba-tiba murung. bunda sibuk mencari informasi dokter mana yang akan dituju. setelah mendapat informasi kami putuskan untuk memeriksakan Naya pada dokter Ira Gunawan. yaa seorang dokter Umum di daerah Mulosari Utara. kata teman istri sih banyak yang cocok dengan sang dokter tsb.

jam empat sore saya dan Istri berangkat ke tempat prakter Dokter Ira. sesampai disana ternyata sudah ada sekitar sepuluh orang yang antri. konon katanya disana kalo ngantri bisa berjam-jam dan bisa sampai larut malam. untung aja kami cepat  kalo gak bisa antri sampai larut malam. tapi jangan khawatir disini tidak seperti di jombang di Dukun Cilik Ponari yang beritanya menggemparkan itu. sampai ribuan orang antri bahkan ada yang udah meninggal dua orang. beginilah masyarakat kita yang masih percaya dengan mistis seperti Ponari dan Batu meteornya.

disini ngantrinya gak pake nomor urut seperti ditempat lain. disini pake kedatangan dan kesadaran diri. kalo gak sabar dan jujur mungkin orang bisa aja main curang. iyaaa ini mungkin salah satu teraphy kejujuran, kesabaran, dan keikhlasan. kalo saya mau korelasikan pengaruh tingkat kesembuhan dengan teraphy alami ditempat ini sangat memiliki keterkaitan yang tinggi.

makanya ketika orang kesini mereka akan merasakan langsung efek teraphy tersebut. dan tentusaja pasien dari sini akan segera sembuh. dari beberapa orang yang saya tanya mereka juga berkata demikian. berobat di tempat ini cepat sembuhnya.

tiba giliran Naya untuk diperiksa, Bunda yang masuk Ayah menunggu diluar sambil ngobrol dengan seorang pasien Engkong duduk persisi disamping kanan saya. ” anak mu umur berapa?, ganteng yaa dia?” anak saya cewek Ko, Naya memang meiliki mata yang bagus, alismata yang tebal dan tegas bulu mata yang lebat dan bentuk bolamatanya yang sempurna.

“semoga engkau menjadi gadis Sholeha yang cantik batin dan fisiknya”. aku bergumam dalam hati . setelah beberapa menit menjalani pemeriksaan Bunda dan Naya keluar dan langsung menuju ke tempat parkir. kata Bunda dokternya banyak bertanya dan memberi masukan, wah tipe dokter yang motivator.

dari dokter mendapatkan rese, dan menebus resepnya di apotik.  kami langsung menuju apotik yang terletakk di jalan Raya Mulyosari. langganan aku jika ada resep yang mau ditebus. karena keburu magrib resepnya akhirnya kami tinggal diapotik biar diantar aja.

 sampai dirumah udah azan magrib, langsung aja begegas kemasjid. seusai sholat magrib ana langsung buka puasa pake Kacang Ijo yang tadi sore aku beli di depa pintu gerbang Pondok. setelah buka kecil aku harus kembali kekantor karena udah ditunggu teman-teman yang akan lembur deadline malam ini.

Bunda yang terlihat capek memikirkan naya tergelatak  lemas di samping putrinya yang cantik. aku langsung menhampirinya untuk pamit, namun apa yang kulihat, kutatap wajah nya dalam, butiran  jernih bak kristal jatuh dari matanya yang Indah. terus kemudian Bunda berucap: ” saya bukan seorang Bunda yang Baik, buktinya Naya sakit yang duluan tahu Bude bukan saya . Ayah coba untuk menenangkan bunda karena telah merasa bersalah pada Naya. 

p12602302 

Anakku….

Jika ada orang yang engkau cintai semestinya orang itu adalah Bunda, cinta pertama mu adalah Bunda, bukan Ayah, Eyang, atu Bude.  Ayah tak pernah kuasa menahan diri jika Bunda menangis, sudah cukup banyak derita menerpa nya. Jika Bunda menanangis Ayah jadi ikut meneteskan air mata. Ketika engkau lahir rasanya ingin bercerita tentang bagaima perjuangan dalam proses persalinan. Tapi ayah sadar Naya belum bisa mendengar cerita dan memahaminya.

Ingatlah engkau tidak akan pernah bisa membalas semua jasa Bunda meskipun engkau menjadi ratu dolar. Semua Ibu pasti selalu berharap Anaknya menjadi Anak yang sholeh berbakti pada orang tua dan menjadi generasi pejuang islam.  

 p12602041

 

 

Sembilan Bulan yang Indah

February 14, 2009

thing-called-love1

Membolak-balik tubuh sendiri, tengkurap, merayap, duduk, merangkak, berlatih berdiri dan akhirnya akan berjalan. Tidak terasa, bayiku sudah mengalami beberapa fase kehidupan awalnya dengan baik.

umurku 3 bulan

December 14, 2008

100_4742

alhamdulillah udh bisa merangkak

December 14, 2008

cimg9583


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.