Tidak terselip sedikit pun senyum dalam ronah wajah ayah, ketika menit-menit pertama Bunda memasuki kamar operasi, yang ada hanya ketegangan, diam, bisu, bumi terasa berhenti berputar. Nyanyian zikir, tahmid dan istighfar membahana dalam jiwa, sesekali butiran air hangat turun menelusuri deretan pori-pori kulit wajah. dikamar operasi tegelatak bunda, tak berdaya. Keputusan operasi sesar diambil karena bunda mengalami pecah pada ketuban dan airnya berkurang terus setelah 1X24 jam menunggu kontraksi dan bukaan maksimal yang enggan datang.
Setelah menunggu beberapa jam di ruang tunggu operasi, keluarlah suster menggendong bayi mungil menuju kamar bayi yang telah disediakan. Inign rasanya bertakbir, berteriak Allahuakbar tuk mengeluarkan penat , gundah dan gelisah dari kebekuan nuansa beberapa jam yang lalu, hanya cukup dalam hati saja, ku besarakan Nama-Mu.
“ kemari Pak, ikut dengan saya” suara itu memecah keheningan, kuraih semua kesadaranku melompat bersama kegembiraan, mengikuti suster ke kamar Bayi. Sesampai dikamar bayi suster langsung menyuruhku untuk azan. Gemetar hatiku mendekatkan bibir di kedua telingamu, sejenak aku berfikir , bahwa suara pertama yang engkau dengar sekaligus menjadi pesan, nasehat , dan amanah buatmu ketika engkau hadir dibumi ini. Oleh karena itu azan dan Iqomah yang akan engkau dengar harus dari hati , jiwa, dan ruh yang mengeluarkannya, bukan polesan lisan Ayah yang bisa saja salah ucap.
Kudekatkan diri disisi kananmu, mulailah azan ku dengarkan di telinga kanan. Allahu Akbar, Allah maha besar: tidak ada mahluk yang memiliki kebesaran seperti Allah, besar ciptaannya, besar kasih sayangnya, besar rezekinya pada semua mahluk, dan besar kecintaannya pada orang beriman, beramal sholeh dan berjihad dijalanNya. Jika engkau mempunyai keinginan, Keinginan terbesarmu hanya bertemu Allah, jika engkau punya cinta, Cinta terbesarmu adalah mencintai Allah, jika memiliki cita-cita, cita –cita terbesarmu adalah melihat Allah.
Asyhadualla ilaha Illallah, aku bersaksi tidak ada tuhan selain Allah. hanya Allah Tuhanmu, bukan Ayah, Bunda, Eyangkung-ti dan bukan pula semua hal yang ada didunia ini, termsuk harta, pangkat dan jabatan, Maka engkau tak perlu takut pada kami, dunia dan seisinya, takut, taat, dan pasrahlah pada Allah yang telah menciptakanmu, bertakwalah pada-Nya agar engkau menjadi kuat, kokoh, dalam menghadapi hidup.
Asyhadu Anna Muhammadarasulullah, engkau bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, jadikan Ia sebagai uswah, contoh dalam kehidupanmu, bersholawatlah padanya semoga hidupmu menjadi bahagia. Tetaplah mengikuti sunnahnya.
Hayya ‘alasholah, laksanakanlah sholat karena sholat adalah pembeda antara orang yang mengenal Allah dan tidak. Jadikan sholat sebagai hamparan sajadah, tempat tuk berdialog dengan Allah, sampaikan semua apa yang engkau inginkan. Ukirlah lukisan sholat dalam hidupmu agar engkau menjadi hiasan permata yang bening, mampu membawa ketenangan ketika dipandang, bisa membwa Ilham ketika engkau hadir.
Hayya ‘alalfalah, tidak ada kemengan sejati di dunia ini, kecuali engkau memenangkan dirimu dari seluruh kepntingan, keinginan, dan kecintaan selain Allah. berproseslah unutuk menjadi seorang pemenang sejati, kemengan bukan tidak diraih secara instan, tapi butuh perjuangan, maka jadilah pejuang yang tangguh. Pejuang yang tangguh adalah pejuang yang tahu arah hidupnya, cita-cita, cinta dan kerinduannya, semua bermuara pada sang pencipta Allah Arrahman.
Setelah selesai Azan ditelinga kanan, kalimat iqamah saya ucapkan di telinga kirinya. Bangkit Nak… hadapi kehidupanmu, bangun dari tidur panjangmu selama Sembilan bulan dalam rahim. Kini saatnya engkau tunaikan janji setiamu kepada penciptamu Allah, alastu birabbikum qalu bala sahidna,mulai sekarang kalimat ini menjadi ikatan Cintamu dengan Allah, jangan pernah kau khianati itu. Alahamdulillah setelah azan dan iqamah yang Ayah ucapakan, disusul oleh azan magrib dari masjid sekitar Rumah Sakit. Serasa semua orang menyambut kedatanganmu di Bumi.
Tanggal 28 April 2008, jam 5:25 engkau lahir dan diberi nama oleh Bunda INAYAH JINAN KHALILAH. Bertempat di RS.Wiyung Sejahtera. Dokter yang menangani dr. Dian.
DARI AYAH
Engkau menjadi amanah kedua dalam keluarga ini setelah Bunda. Hadirmu menjadi berkah bagi Ayah. dari tangismu Ayah bisa mengerti cinta, dari proses pertumbuhan dan perkembanganmu Ayah jadi mengerti akan makna hidup yang dalam. Sekrang engkau mengnjak satu tahun. Dari sisi perkembangan engkau sangat dibanggakan. Apa yang Ayah maksud ,Naya sudah paham.
Beberapa minggu lalu, ayah dengar cerita dari Bunda. Di sekolah PAUD (pendidikan Usia Dini), tempat Naya dititpkan, Jika Ayah dan Bunda bekerja. Ceritanya begini; Ketika tidur siang berlangsung semua anak yang dititipkan pada tidur semua kecuali Naya, nggak tahu kenapa kok Naya susah untuk tidur hari itu. Tapi apa yang Naya lakukan menjadi satu keajaban buat Ustadzah-ustadzah disitu. Perlahan Naya merangkak menuju anak-anak yang sedang tidur. Satu persatu mereka didatangi dan di elus pipinya oleh Naya. Setelah itu naya kembali dan tidur. “Subhanallah” kata pengasuhnya.
Engkau Penuh dengan Kasih sayang , rahman rahimNya engkau dapat dan menyemainya menjadi kelembutan hati. Meskipun Naya sering dipukul oleh sesama temannya, tapi Naya tidak pernah membalasnya. Jika permainan nya diambil Naya tidak pernah menangis. kata Bunda Asuhnya Naya menjadi Anak yang dewasa sendiri disitu. Jika anak yang lain ketika ditinggal Ibunya pasti nangis, berbeda dengan Naya yang seolah tahu Bundanya yang berangkat kerja.
Ayah bangga padamu Nak, teruslah miliki sikap postif seperti itu sampai engkau dewasa dan menjalani hidup sebagai seorang Ibu. Ayah minta maaf jika selama ini banyak salah, teledor dan kurang memperhatikanmu. Dalam usiamu yang setahun ini, Ayah berharap agar Allah tetap menjadi pembimbing dalam perkembangan Naya kedepan. Ayah hanya bisa berdoa Agar Naya diberikan yang terbaik.
UNTUK BUNDA
Orang yang semestinya engkau paling Cintai adalah Bunda, Bundalah yang telah mengandung, melahirkan, dan merawatmu sampai sekrang ini. Berkat Bunda engkau menjadi anak yang sholeha, cantik, pintar, cerdas dan murah tersenyum. Peluk Bunda erat-erat dan katakana cinta padanya dengan sungguh-sungguh, ucapkan ribuan terimaksih padanya dalam hari-harimu.
Bunda menjadi orang yang rela mati untuk melahirkan Naya, berkokrbanlah untuknya, dengan perasaan, keinginan, ego, harta benda, cinta dan nyawa. Jangan pernah engkau menyakiti hatinya meskipun sedikit, berkata akh saja engkau tak pantas mengucapkannya pada Bunda. Hormatilah Bunda dalam kondisi apapun engkau dapati Ia.
Rawatlah Bunda jika Ia telah menginjak usia yang membutuhkan perawatan, lakukan seperti apa yang Bunda lakukan ketika merawat mu. Doakanlah Bunda semoga semua pengorbanan, kasih sayang, Cinta, waktu, harta, keinginan, obsesi, dll. Menjadi kunci pintu surga, karena telah diberikan semua padamu. Pada kelahiran, perawatan, pertumbuhan, dan perkembanganmu.
Alhamdulillah, sudah setahun mbak Naya melihat keindahan dunia.
Bertebaran banyak bibit tanaman disini, ratusan bahkan ribuan jenis tanaman ada juga disini. tanaman yang menjadi koleksi pemerintah kota Surabaya tumbuh dan terawat dengan sehat di Kebubun Bibit Wonorejo. pagi ini Ayah mengantar Bunda meliput acara kelas satu SD Luqman Al Hakim yang berlokasi di Kebubun Bibit.



