Engkau Sakit Bunda juga

Engkau Sakit Bunda juga

masih pukul sebelas siang, hiruk pikuk suasana kerja dikantor masih sangat terasa. apa lagi hari ini tingkat kesibukan semakin tinggi, karena deadline. tiba-tiba HP CDMA ku berbunyi. langsung aja kusambut dengan salam. ternyata yang berbicara seorang wanita. ” ini Bu Dian?”  jawabku bukan ini dengan suaminya. ” bisa minta tolong! beritahu Bu Dian segera menjemput Naya di rumah. sekarang Naya panas dan tidak mau makan”. baik Bu terimakasih ungkapku.

sebagai seorang Ayah jelas sangat kaget. langsung aja aku SMS istri tercinta memintanya untuk  menjemput Naya, putri kami yang pertama. beberapa menit berlalu sms masuk dalam Inboxku, dari Bunda memintaku untuk mengantar Ia dan Naya ke Dokter.

aku langsung bergegas  menuju ke rumah. sesampai di rumah kutemukan Bunda dan Naya berbaring. Naya terlihat lemas, wajahnya terlihat tak bergairah, air mukanya murung, bibir tipisnya tak lagi menebar senyum, pesona fitrahnya hilang, kecantikan alaminya tenggelam didasar ketidakberdayaan fisiknya.

“Ayo Nak tetap semangat, engkau akan segera sembuh dan pasti ada kemampuan baru yang akan engkau dapat” dalam hatiku berucap. wajah bunda ikut sedih juga, raut wajahnya yang lembut dan cantik tiba-tiba murung. bunda sibuk mencari informasi dokter mana yang akan dituju. setelah mendapat informasi kami putuskan untuk memeriksakan Naya pada dokter Ira Gunawan. yaa seorang dokter Umum di daerah Mulosari Utara. kata teman istri sih banyak yang cocok dengan sang dokter tsb.

jam empat sore saya dan Istri berangkat ke tempat prakter Dokter Ira. sesampai disana ternyata sudah ada sekitar sepuluh orang yang antri. konon katanya disana kalo ngantri bisa berjam-jam dan bisa sampai larut malam. untung aja kami cepat  kalo gak bisa antri sampai larut malam. tapi jangan khawatir disini tidak seperti di jombang di Dukun Cilik Ponari yang beritanya menggemparkan itu. sampai ribuan orang antri bahkan ada yang udah meninggal dua orang. beginilah masyarakat kita yang masih percaya dengan mistis seperti Ponari dan Batu meteornya.

disini ngantrinya gak pake nomor urut seperti ditempat lain. disini pake kedatangan dan kesadaran diri. kalo gak sabar dan jujur mungkin orang bisa aja main curang. iyaaa ini mungkin salah satu teraphy kejujuran, kesabaran, dan keikhlasan. kalo saya mau korelasikan pengaruh tingkat kesembuhan dengan teraphy alami ditempat ini sangat memiliki keterkaitan yang tinggi.

makanya ketika orang kesini mereka akan merasakan langsung efek teraphy tersebut. dan tentusaja pasien dari sini akan segera sembuh. dari beberapa orang yang saya tanya mereka juga berkata demikian. berobat di tempat ini cepat sembuhnya.

tiba giliran Naya untuk diperiksa, Bunda yang masuk Ayah menunggu diluar sambil ngobrol dengan seorang pasien Engkong duduk persisi disamping kanan saya. ” anak mu umur berapa?, ganteng yaa dia?” anak saya cewek Ko, Naya memang meiliki mata yang bagus, alismata yang tebal dan tegas bulu mata yang lebat dan bentuk bolamatanya yang sempurna.

“semoga engkau menjadi gadis Sholeha yang cantik batin dan fisiknya”. aku bergumam dalam hati . setelah beberapa menit menjalani pemeriksaan Bunda dan Naya keluar dan langsung menuju ke tempat parkir. kata Bunda dokternya banyak bertanya dan memberi masukan, wah tipe dokter yang motivator.

dari dokter mendapatkan rese, dan menebus resepnya di apotik.  kami langsung menuju apotik yang terletakk di jalan Raya Mulyosari. langganan aku jika ada resep yang mau ditebus. karena keburu magrib resepnya akhirnya kami tinggal diapotik biar diantar aja.

 sampai dirumah udah azan magrib, langsung aja begegas kemasjid. seusai sholat magrib ana langsung buka puasa pake Kacang Ijo yang tadi sore aku beli di depa pintu gerbang Pondok. setelah buka kecil aku harus kembali kekantor karena udah ditunggu teman-teman yang akan lembur deadline malam ini.

Bunda yang terlihat capek memikirkan naya tergelatak  lemas di samping putrinya yang cantik. aku langsung menhampirinya untuk pamit, namun apa yang kulihat, kutatap wajah nya dalam, butiran  jernih bak kristal jatuh dari matanya yang Indah. terus kemudian Bunda berucap: ” saya bukan seorang Bunda yang Baik, buktinya Naya sakit yang duluan tahu Bude bukan saya . Ayah coba untuk menenangkan bunda karena telah merasa bersalah pada Naya. 

p12602302 

Anakku….

Jika ada orang yang engkau cintai semestinya orang itu adalah Bunda, cinta pertama mu adalah Bunda, bukan Ayah, Eyang, atu Bude.  Ayah tak pernah kuasa menahan diri jika Bunda menangis, sudah cukup banyak derita menerpa nya. Jika Bunda menanangis Ayah jadi ikut meneteskan air mata. Ketika engkau lahir rasanya ingin bercerita tentang bagaima perjuangan dalam proses persalinan. Tapi ayah sadar Naya belum bisa mendengar cerita dan memahaminya.

Ingatlah engkau tidak akan pernah bisa membalas semua jasa Bunda meskipun engkau menjadi ratu dolar. Semua Ibu pasti selalu berharap Anaknya menjadi Anak yang sholeh berbakti pada orang tua dan menjadi generasi pejuang islam.  

 p12602041

 

 

Advertisement

One Response to “Engkau Sakit Bunda juga”

  1. April Says:

    Such a sweet lovely little girl. You have a wonderful parents…

    Kind regards from us at Bogor….. hope we could see you sometimes, Insya Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.